/ Feb 13, 2026
Trending
Minggu, 26 Maret 2017 | 16:23 WIB
Google Doodle. google.com
TEMPO.CO, Jakarta -Google Indonesia hari ini menampilkan doodle khusus untuk merayakan kelahiran Ibu Soed yang ke-109 tahun. Dalam doodle tampak perempuan berkaca mata mengenakan kebaya yang sedang menyanyi dan anak-anak dengan seksama mendengarkannya.
Perempuan bernama asli Saridjah Niung Bintang itu adalah pencipta lagu anak-anak seperti Nenek Moyang, Naik Delman, Desaku, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Burung Kutilang, Kereta Apiku, Hai Becak, Menanam Jagung, dan Tik Tik Bunyi Hujan.
Ibu Soed lahir di Kota Sukabumi pada 26 Maret 1908, putri bungsu dari 12 bersaudara. Kemahirannya di bidang musik menarik perhatian seorang Indo-Belanda, J.F. Kramer, yang mengangkatnya sebagai anak. Ibu Soed lalu mempelajari seni musik dan olah vokal serta terus memperdalamnya hingga akhirnya bisa mencipta lagu.
Sebagai pemusik, bersama W.R. Supratman, Ibu Soed turut mengiringi Indonesia Raya saat lagu kebangsaan itu dikumandangkan kali pertama dalam acara Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Ibu soed juga menciptakans ejumlah lagu wajib nasional yakni Tanah Airku, Indonesia Tumpah Darahku dan Berkibarlah Benderaku.
Selama hidupnya, Ibu Soed yang juga pernah menjadi guru, penyiar radio, pemain teater, dan pelukis batik itu telah menciptakan sekitar 200 lagu kategori lagu anak-anak dan lagu nasional. Ibu Soed yang bersuamikan Raden Bintang Soedibjo juga mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia atau MURI karena telah menciptakan Batik Terang Bulan, batik khas Indonesia. Pada 1993, Ibu Soed meninggal dunia di usia ke-85 tahun.
ANTARA
Minggu, 26 Maret 2017 | 16:23 WIB
Google Doodle. google.com
TEMPO.CO, Jakarta -Google Indonesia hari ini menampilkan doodle khusus untuk merayakan kelahiran Ibu Soed yang ke-109 tahun. Dalam doodle tampak perempuan berkaca mata mengenakan kebaya yang sedang menyanyi dan anak-anak dengan seksama mendengarkannya.
Perempuan bernama asli Saridjah Niung Bintang itu adalah pencipta lagu anak-anak seperti Nenek Moyang, Naik Delman, Desaku, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Burung Kutilang, Kereta Apiku, Hai Becak, Menanam Jagung, dan Tik Tik Bunyi Hujan.
Ibu Soed lahir di Kota Sukabumi pada 26 Maret 1908, putri bungsu dari 12 bersaudara. Kemahirannya di bidang musik menarik perhatian seorang Indo-Belanda, J.F. Kramer, yang mengangkatnya sebagai anak. Ibu Soed lalu mempelajari seni musik dan olah vokal serta terus memperdalamnya hingga akhirnya bisa mencipta lagu.
Sebagai pemusik, bersama W.R. Supratman, Ibu Soed turut mengiringi Indonesia Raya saat lagu kebangsaan itu dikumandangkan kali pertama dalam acara Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Ibu soed juga menciptakans ejumlah lagu wajib nasional yakni Tanah Airku, Indonesia Tumpah Darahku dan Berkibarlah Benderaku.
Selama hidupnya, Ibu Soed yang juga pernah menjadi guru, penyiar radio, pemain teater, dan pelukis batik itu telah menciptakan sekitar 200 lagu kategori lagu anak-anak dan lagu nasional. Ibu Soed yang bersuamikan Raden Bintang Soedibjo juga mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia atau MURI karena telah menciptakan Batik Terang Bulan, batik khas Indonesia. Pada 1993, Ibu Soed meninggal dunia di usia ke-85 tahun.
ANTARA
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.
The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making
The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy.
Sang Pembelajar
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution
Copyright BlazeThemes. 2023